Berita

Temu Wali Santri Kelas 7 MTs WI Kebarongan, Bangun Sinergi untuk Mendukung Pendidikan Santri

calendar_today9 Agustus 2026account_circleAdmin MTsverifiedPublikasi Resmi REST API
Temu Wali Santri Kelas 7 MTs WI Kebarongan, Bangun Sinergi untuk Mendukung Pendidikan Santri

Kebarongan — MTs WI Kebarongan menyelenggarakan kegiatan Temu Wali Santri Kelas VII sekaligus Sosialisasi BOS pada Ahad, 9 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta membangun sinergi antara madrasah, yayasan, dan wali santri dalam mendampingi pendidikan peserta didik pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars MWI. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Yayasan POMESMAWI dan Kepala MTs WI Kebarongan.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan POMESMAWI, Ust. Drs. H. Ahmad Su’aidi menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama antara orang tua dan madrasah. Pendidikan anak merupakan amanah yang membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan akhlak, ibadah, mental, spiritual, dan kemampuan sosial.

Beliau juga menyampaikan bahwa pertemuan wali santri menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menyamakan pemahaman mengenai proses pendidikan dan pembinaan santri. Pendidikan diharapkan tidak berhenti pada jenjang MTs, tetapi dapat berlanjut hingga jenjang Aliyah sehingga pembinaan ilmu dan akhlak santri berlangsung secara berkesinambungan.

Sementara itu, Kepala MTs WI Kebarongan, Ust. Sunaryo, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para wali santri. Beliau mengajak para wali santri untuk bersama-sama meneladani Rasulullah SAW dalam mendidik anak dengan penuh kesabaran dan keteladanan.

“Pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama. Apa yang dibiasakan di madrasah perlu mendapatkan penguatan di rumah,” menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut.

Pada sesi kemadrasahan, wali santri mendapatkan informasi mengenai struktur dan unsur pengelola madrasah, mulai dari kepala madrasah, para wakil kepala, wali kelas, hingga guru Bimbingan dan Konseling (BK). Dijelaskan pula bahwa layanan BK tidak hanya diperuntukkan bagi santri yang mengalami permasalahan, tetapi juga terbuka bagi santri yang membutuhkan tempat untuk berkonsultasi dan menyampaikan berbagai hal yang dihadapinya.

Temu wali santri MTs WI

Berbagai program pembiasaan santri turut disampaikan, di antaranya shalat Dhuha, Baca Tulis Al-Qur’an (BTA), dan shalat Dhuhur berjamaah. Program tersebut diharapkan mampu membentuk kedisiplinan serta membangun kebiasaan ibadah yang tidak hanya dilakukan di madrasah, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

Selain program keagamaan, madrasah juga mengenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi wadah pengembangan minat dan bakat santri. Di antaranya Pramuka, Drumband, Public Speaking, Tilawah, PMR, PKS, Futsal, Bulu Tangkis, dan berbagai ekstrakurikuler lainnya.

Khusus program Public Speaking, madrasah mendorong santri agar memiliki keberanian berkomunikasi dan kemampuan untuk berperan di tengah masyarakat, seperti menjadi pembawa acara, menyampaikan kultum, maupun berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan sosialisasi pengelolaan administrasi dan pembiayaan madrasah. Wali santri diberikan penjelasan mengenai komponen pembiayaan dan pemanfaatan dana sehingga diharapkan tercipta keterbukaan serta pemahaman bersama.

Sesi berikutnya diisi dengan tanya jawab dan diskusi bersama wali santri. Beberapa hal yang dibahas antara lain pembiayaan kegiatan ekstrakurikuler dan perlombaan, mekanisme infaq, penggunaan dana untuk pengembangan sarana dan prasarana, serta pendampingan bagi santri yang membutuhkan perhatian khusus.

Diskusi berlangsung secara terbuka dan konstruktif. Pihak madrasah memberikan penjelasan mengenai kebijakan pembiayaan kegiatan serta menegaskan komitmen untuk terus memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi seluruh santri. Program peduli santri dari IKAPMAWI Nasional juga menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap santri yang membutuhkan dukungan dalam pembiayaan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih baik antara wali santri dan madrasah. Sinergi yang kuat antara orang tua, guru, yayasan, dan seluruh unsur pendidikan. Semua itu menjadi modal penting dalam mewujudkan generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga beriman, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui kegiatan Temu Wali Santri Kelas 7 Tahun Ajaran 2026/2027 ini, MTs WI Kebarongan berharap akan terbangun hubungan yang semakin erat dengan para wali santri. Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif serta mendukung tumbuhnya generasi santri yang beriman, berilmu, dan beramal.