Picture of Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

oleh : Divisi Humas MTs WI Kebarongan

Masa Depan Santri Bukan Spekulasi! Intip Strategi MTs WI Kebarongan Siapkan Lulusan Unggul

KEBARONGAN – Ahad pagi (1/2), suasana aula MTs WI Kebarongan terasa begitu hangat dan penuh senyum. Bukan sekadar pertemuan formal biasa, acara “Temu Wali Santri” kelas 9 kali ini benar-benar jadi ajang curhat dan diskusi santai antara pihak madrasah dengan orang tua. Mulai dari pesan-pesan bermakna dari kepala sekolah sampai obrolan blak-blakan soal strategi biar santri lulus dengan hasil terbaik, semuanya dikupas tuntas di sini.

Mendidik Anak: Jihad yang Membutuhkan Kesabaran

Membuka sambutannya, Kepala MTs WI Kebarongan, Bapak Sunaryo, S.Pd., mengajak wali santri meneladani kesabaran Rasulullah SAW dalam berdakwah selama 13 tahun di Makkah. Beliau menekankan bahwa mengelola anak adalah amanah yang berat namun mulia.

“Kita harus sabar dan tidak pernah putus asa. Bilamana saat ini anak kita masih ada kekurangan, kita berdoa semoga Allah menyempurnakannya di masa depan,” tutur beliau.

Suka Duka Mendidik: Antara “Ngarit” dan Masjid

Dalam momen yang sangat menyentuh dan akrab, Bapak Sunaryo, S.Pd. berbagi pengalaman pribadinya sebagai orang tua. Beliau mengakui bahwa mendampingi anak di rumah adalah tantangan nyata yang juga beliau rasakan.

“Saya pun merasakannya. Pulang dari madrasah jam 3 sore, kepikiran kambing belum dicari rumputnya (ngarit). Setelah lelah ngarit, adzan Maghrib berkumandang. Kadang ada pergolakan batin antara rasa lelah dan keinginan mengajak anak ke masjid. Mendidik anak memang berat, tapi balasan yang besar hanya datang dari kesulitan yang besar pula,” ungkapnya disambut senyum maklum dari para wali santri.

Filosofi “Menanam Cabai” dan Ancaman “Setan Gepeng”

Bapak Sunaryo, S.Pd. kembali menguatkan analogi mendidik anak dengan menanam pohon cabai. Beliau menekankan bahwa sekolah hanyalah “tanah subur”, namun perawatan harian tetap harus dilakukan secara sinergis antara guru dan orang tua.

Beliau menyoroti “rumput liar” zaman sekarang yang paling berbahaya: “Setan Gepeng” atau gadget. “Di madrasah, anak-anak kita jaga lewat pembiasaan shalat dhuha, tadarus, dan absen shalat jamaah. Namun jika di rumah pengaruh gadget dan lingkungan tidak dijaga, maka ‘nutrisi’ kebaikan yang diserap anak di sekolah akan kalah oleh ‘rumput liar’ tersebut,” tegasnya.

Mengenal Lebih Dekat: Tim Pengelola & Wali Kelas 9

Guna memudahkan komunikasi, Bapak Sunaryo, S.Pd. memperkenalkan jajaran struktur organisasi madrasah yang akan mendampingi santri hingga kelulusan nanti:

  • Manajemen Utama: Bapak Sunaryo, S.Pd. (Kepala), Pak Imam Syuhada (Waka Kurikulum), Bu Gery (Waka Kesiswaan), dan Ustaz Bashiran (Waka Sarpras).
  • Pondok: Ustaz Syahidin (Ketua Unit Pondok).
  • Wali Kelas 9 (Garda Terdepan):
    • 9A: Ustaz Marwan
    • 9B: Ustaz Ahsin Hasanul Lutfi
    • 9C: Ustaz Arif Ferdianto
    • 9D: (Dalam persiapan Haji/Manasik)
    • 9E: Ustazah Widhatul Jama’ah (Senior/Bahasa Inggris)
    • 9F: Ustazah Nur Shafiah

Transparansi Anggaran: Ke Mana Larinya Dana BOS & APP?

Menjawab rasa penasaran orang tua, Bapak Sunaryo, S.Pd. memberikan penjelasan rinci mengenai pembiayaan pendidikan. Beliau menegaskan prinsip Inclusive Fee di MTs WI Kebarongan.

“Mungkin di tempat lain biaya bulanan (APP) terlihat lebih murah, tapi sering ada tarikan biaya ujian atau ekstrakurikuler. Di sini, biaya Rp160.000/bulan sudah mencakup semuanya,” jelas beliau.

Rincian Perhitungan:

  • Kebutuhan biaya per santri dalam satu tahun adalah Rp3.015.000.
  • Dana tersebut dipotong bantuan pemerintah (BOS) sebesar Rp1.100.000.
  • Sisa kewajiban adalah Rp1.915.000, yang jika dibagi 12 bulan jatuh pada angka Rp160.000 (pembulatan).

Dana ini sudah mencakup kegiatan KBM, praktik komputer, buku paket, kalender, hingga 6 kali ujian bagi kelas 9 (UTS, UAS Kemenag, UAS Pesantren, Ujian Madrasah, TKA Nasional, dan TKAD Daerah).

Kabar Baik: Hutang Gedung Menurun Drastis

Berkat gerakan “Infaq Subuh” dan keikhlasan para asatidz yang merelakan sebagian gajinya, Bapak Sunaryo, S.Pd. mengabarkan perkembangan positif pembangunan gedung. Dari total hutang awal sebesar 1,4 Miliar Rupiah, saat ini tersisa sekitar 350 Juta Rupiah. Beliau mengucapkan terima kasih atas partisipasi wali santri yang secara tidak langsung ikut beramal jariyah melalui infaq tersebut.

Agenda Akhir Semester & Bakti Sosial (Baksos)

Menutup pertemuan, pihak madrasah mensosialisasikan jadwal padat menjelang kelulusan di bulan Mei mendatang. Mulai akhir Februari, santri kelas 9 akan menghadapi rangkaian simulasi TKA dan ujian akhir.

Tak lupa, beliau mengundang wali santri untuk hadir dalam acara Bakti Sosial dan Tabligh Akbar pada 15 Maret mendatang yang akan diisi oleh alumni MWI berprestasi, Dr. H. Muhandis Az Zuhri, Lc., MA (Kepala Unit Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan & Dai Internasional).

“Alhamdulillah, dana Baksos sudah terkumpul 70 Juta dari target 73 Juta. Ini semua berkat gotong royong kita bersama,” pungkas Bapak Sunaryo, S.Pd.

Lembaga

Madrasah Tsanawiyah
Wathoniyah Islamiyah Kebarongan

Lokasi Kami

Jl. Buntu-Yogya KM 02 Desa. Kebarongan
Kec. Kemranjen, Kab. Banyumas (53194 )

(0282) 529 1173 - Telepon Kantor
+62 857 4315 6716 (Sunaryo)
+62 823 2415 7663 (Dzatin Ni'mah)

Sabtu - Kamis : Pukul 7:00 s.d 14:00
Jumat : Libur

Informasi

Kirimkan Saran dan Masukan Anda

© All rights reserved. Content is provided for general information purposes only; we make no warranties regarding its accuracy or completeness. We are not responsible for the content of external websites

HD<web>dev.kebarongan